Rencana Biaya Pendidikan Anak melalui Investasi di Reksadana

Rencana Biaya Pendidikan Anak melalui Investasi di Reksadana

Sebagai orang tua tentu berkeinginan untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi perkembangan dan masa depan anak-anak agar mereka siap menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan. Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.

Triwulan pertama menjadi waktu dimana para orang tua sibuk mencari dan mendaftarkan anak untuk masuk sekolah, baik sekolah pertama mereka di tingkat SD ataupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ternyata, selain kesibukan mencari dan mendaftarkan ke sekolah baru, banyak orang tua yang masih memiliki beban tambahan, yaitu persiapan biaya pendidikan.

Banyak orang tua yang merasa cemas di dalam hati mengingat hanya ada waktu beberapa bulan untuk melunasi uang masuk sekolah, sedangkan tabungan mereka tidak mencukupi untuk itu.

Untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak tercinta tentu dibutuhkan kerja keras dan perencanaan yang baik. Dimulai sejak usia dini, berlanjut ke sekolah dasar, lalu tingkat menengah, sampai tingkat lanjutan dan universitas, bahkan sampai pendidikan tingkat magister/master. Agar pendidikan yang diterima sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan anak sebaiknya pada usia dini sudah dilakukan tes yang dapat melihat kecenderungan potensi anak tersebut. Setelah itu baru orang tua dapat merencanakan bersama sang anak mau menjadi apa di masa depan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya, sehingga dapat memilih jalur pendidikan yang sesuai.

Tentu saja biaya memiliki peran yang besar untuk menjamin kelangsungan pendidikan sang anak. Bagaimana orang tua mempersiapkan rencana pendidikan anak yang kian mahal? Untuk menyikapi hal ini, tentu orang tua harus berpikiran terbuka. Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah mengenai inflasi.

Inflasi yang cenderung tinggi tiap tahunnya akan mengurangi nilai uang di masa depan. Contohnya, bila sekarang dapat membeli dua pisang goreng seharga seribu rupiah, mungkin dua tahun lagi dengan uang seribu rupiah hanya dapat membeli sebuah pisang goreng. Hal ini terjadi akibat nilai uang yang semakin berkurang karena harga yang semakin mahal, termasuk pendidikan. Inflasi secara sederhana dapat diartikan sebagai besaran kenaikan harga dimasa depan. Bila inflasi tahunan berada pada level 6%, itu artinya kenaikan harga setahun berkisar pada level 6% tersebut.

Pendidikan itu ibaratnya investasi masa depan bagi anak kita, dan rencana biaya pendidikan bagi anak harus dipersiapkan sejak dini. Biaya pendidikan anak dapat dipersiapkan dengan berinvestasi pada instrumen yang dapat ’mengalahkan’ inflasi. Contohnya, bila inflasi tahunan berada pada level 6%, maka sebaiknya kita memilih instrumen yang dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi dari angka inflasi tersebut. Ini menjadi penting karena dengan memilih instrumen yang berimbal hasil lebih tinggi dari inflasi, maka sudah mengantisipasi kenaikan harga di masa depan.

Reksadana adalah termasuk instrumen jenis ini. Saldo reksadana dapat terus ditingkatkan secara berkala dan juga tidak perlu aktif mengelolanya, karena reksadana itu sudah dikelola oleh fund manager profesional yang akan menjaga reksadana tersebut bekerja untuk investor. Reksadana dapat dipantau melalui laporan harian yang banyak terdapat di harian bisnis terkemuka.

Tentu saja, harus diingat kalau dengan memberikan hasil yang tinggi, tentu juga ada risiko yang harus diterima, dan itu semua kembali ke masing masing sesuai profil risikonya. Tidak ada yang paling tahu soal kebutuhan Anda selain Anda sendiri. Jadi kembali lagi, pilihan ada di tangan Anda. Sebelum mengambil keputusan, pertimbangkanlah dengan penuh kematangan. Lihat plus dan minusnya, risiko dan keuntungannya. Pada akhirnya, hasil yang diperoleh adalah untuk mewujudkan pendidikan yang terbaik dan cita cita gemilang bagi anak di masa depan.

About admin

Check Also

Shopaholic, Tobatlah! Ini Kerugian dari Kebiasaan Boros ini

Shopaholic, Tobatlah! Ini Kerugian dari Kebiasaan Boros ini Apakah kamu pernah menonton film ‘Confessions of …